Minggu, 19 September 2010

Berita Batik

Omzet Penjualan Batik Meningkat...! Demikian berita yang kubaca di koran Republika hari Ahad, 19 September ini. Selama jelang lebaran, penjualan batik di Yogyakarta meningkat, hingga mencapai 1,5 hingga 2 kali dari penjualan di hari-hari biasa, dari omzet yang biasanya mencapai 30 juta per bulan dari penjualan batik. Sungguh suatu bisnis yang menggairahkan dan masih terus menjanjikan.
Apresiasi masyarakat terhadap batik masih terus meningkat. Penjualan kain dan pakaian batik masih melaju kencang. Harga yang dipatok oleh penjual berkisar Rp 20.000,- hingga Rp 250.000,- per potong, membuat pembeli leluasa memilih, sesuai dengan dana yang tersedia di kantong. 
Sementara itu, motif dan desain pakaian pun terus berkembang. Para pecinta batik sungguh dimanjakan dengan begitu banyaknya pilihan yang tersedia. Mulai dari batik klasik, hingga batik abstrak bergaya kontemporer.
sumber foto: http://lifestyle.okezone.com/
Salah satu penggagas batik kontemporer ini adalah Tetet Cahyati Popo Iskandar, yang sejatinya adalah putri dari pelukis Popo Iskandar. Darah seni diwarisinya dari sang ayah. Beliau menggagas batik abstrak Bandung yang dilakoninya sepenuh hati, hingga mendapat penghargaan dari MURI sebagai seniwati multimedia terhadap multitema. Karya beliau beserta jejak berita tentang batiknya sudah tersebar di berbagai media. Mulai media cetak hingga dunia maya. Termasuk yang dilansir detikbandung maupun okezone. Dan sebetulnya masih banyak lainnya. Republika pun mengulas tentang beliau dan karyanya di halaman 9. Batik... masih terus berjaya, tampaknya. Oya, jangan lupa, tanggal 2 Oktober nanti, hari batik nasional. Mari apresiasi batik Indonesia dengan mengenakan busana batik terbaik kita. Tapi ulasan tentang itu, hm... insya Allah nanti aku buat khusus di blog ini ;)

Tidak ada komentar: