Minggu, 05 Oktober 2008

Pesona Abaya

Umi terbitan Mei-Juni 2001
Aku sendiri bingung, kata apa yang seharusnya dipakai untuk menyebutkan busana model begini. Ada bilang gamis, ada yang bilang abaya, atau biar simpel, bilang aja long dress, gitu ya? ;) Apapun itu, istilah abaya ini kupakai untuk mengambarkan model busana terusan satu potong yang biasa dikenakan para muslimah berkerudung lebar. Ssst, dulu aku begitu lho. ;)
Saat ini, kewajiban berbusana muslimah sesuai syariat Islam semakin disadari oleh para muslimah. Beragam gaya busana muslimah dapat ditemui di berbagai tempat di setiap kesempatan. Karena faktor kepraktisannya, sebagian muslimah lebih menyukai gaun terusan/abaya dibandingkan dengan busana setelan dua atau tiga potong.
Berikut ini, Ummi tawarkan beberapa model gaun berpola sederhana, bagi Anda yang menyukai abaya. Sedikit aksen di sana-sini akan membuat penampilan Anda jadi berbeda.
Pertama, abaya ini sebetulnya berpola sangat sederhana. Kesederhanaannya dipercantik dengan penempatan lipit memanjang dari bahu hingga kaki. Kombinasi warna serta detil pita kecil di pinggang dan lengan menjadikan gaun ini terlihat istimewa.
Kedua, abaya ini pun berpola sederhana. Sebagai aksen, tempatkan jahitan tindas kecil (ofnaisel) memanjang di bagian depan gaun mulai bahu hingga batas panggul. Ofnaisel juga dibuat di ujung lengan. Dengan demikian, penampilan abaya Anda tak lagi biasa.
Ketiga, gaya asimetris menjadi pilihan untuk gaun berikut ini. Renda berwarna kontras di sepanjang bukaan gaun dan ujung lengan sudah cukup sebagai aksen.
Keempat, gaun ini merupakan terusan dengan sedikit modifikasi pola. Garis princess kanan dan kiri dada beruung di sepasang saku dalam di daerah pinggul. Penambahan bisban isi di sepanjang garis princess, sambungan manset dan kerah akan mempercantik penampilan gaun ini.
Nah, dari berbagai alternatif yang kami tawarkan, pilihan terbaik tentu ada di tangan Anda.

Sabtu, 04 Oktober 2008

Melirik Lurik

Terbit di majalah Ummi edisi bulan Maret-April 2001.
Lurik adalah kain bermotif garis khas dari Jawa. Biasanya lurik dimanfaatkan sebagai kebaya bagi kaum perempuan arau surjan bagi kaum pria.

Kali ini Ummi berikan alternatif lain pemanfaatan kain lurik sebagai busana yang lebih chic bagi muslimah. Mengingat karakter kain lurik yang agak kaku, maka tentu saja model busana yang dibuat pun relative simple.

Blus dengan sambungan di dada. Deretan kancing bergaya cina tradisional yang terbuat dari pita bisban akan menampakkan kesan resmi. Kancing serupa dipasang di ujung lengan bagian depan untuk menyelaraskan kesatuan gaya.

Berikutnya adalah blus berpola serupa dengan model sebelumnya. Yang membuatnya berbeda adalah kelepak asimetris yang dibuat saling menumpang. Bukaan baju diletakkan di bagian belakang, menggunakan ritsluiting. Kesannya lebih santai, sedangkan pola garis dari kain lurik yang diarahkan secara vertikal akan memberi kesan melangsingkan pada pemakainya.

Lurik sebagai rok. Padanannya adalah blus dua potong yang terdiri dari blus dalam berkerah tinggi yang dipadu dengan blus luar ala kebaya yang diberi pita di bagian depan. Berkesan resmi, cocok digunakan untuk aktivitas formal.

Masih berupa setelan rapi yang pantas digunakan ke tempat kerja, lurik kali ini dibuat jadi blazer berkancing satu yang dipadankan dengan gaun terusan polos yang mengambil satu tone warna dari garis yang terdapat pada kain lurik. Sesuaikan warna kerudung, dan Anda akan tampil cantik. (Bukan berarti kalau tak serasi, anda jadi tidak cantik lagi ya. ;))


Jumat, 03 Oktober 2008

Satu Paket Dua Gaya

Terbit di majalah Ummi edisi Februari-Maret 2001
Banyak orang bertanya, kenapa sih rata-rata sketsa yang kubuat, selalu menampilkan ‘cyclops’ alias model bermata satu? Hehe… Bukankah ada hadits yang menyatakan bahwa kita tidak boleh menggambarkan makhluk yang menyerupakan ciptaan Allah, karena makhluk-Nya adalah ciptaan sempurna dari Sang Khalik. Maka kugambar model-model dalam sketsaku dengan kesadaran untuk menggambar ‘manusia’ tak sempurna. Bermata satu, berkaki satu. Cukup. Yang penting kan gambar model busananya. Iya nggak? ;)
Kiat hemat berbusana? Anda tentu sudah kenal dengan gaya berbusana mix n match. Tak asing lagi bukan? Berikut ini kami sajikan kiat hemat berbusana. Dari sepasang gaun, bisa tampil dalam dua gaya. Malah, kedua gaun itu dapat pula ditukar-pasang dengan gaun lain, hingga banyak gaya bisa Anda dapatkan dari satu setelan. Hemat bukan?
Gaun-gaun berikut ini terdiri dari terusan tanpa lengan dan blus yang dapat dikenakan secara bolak-nalik. Di sini Ummi istilahkan dengan gaya side A dan side B.
Perhatikan kombinasi gaun biru-kuning oker ini. Yang pertama berupa gaun terusan tanpa lengan, disambung di bagian lutut dengan sedikit kerutan. Paduannya berupa gaun berlengan yang disambung di bagian dada dengan panjang sebatas betis. Pemakaian bolak-balik, Anda tetap terlihat gaya. ;)
Yang berikutnya adalah setelan gaun ungu-kuning oker bermotif daun ini. Kenakan terusan tanpa lengan di atas blus, maka Anda akan mendapatkan kesan melangsingkan, terutama dengan motif memanjang seperti terlihat pada gambar. Gaya lainnya, kenakan blus sederhana berkerah cina di atas terusan tadi, maka setelan Anda berganti kesan menjadi lebih resmi.
Selanjutnya adalah setelan gaun hijau yang terdiri dari terusan berkerah tinggi dengan lipit hadap di bagian depan gaun, dipadukan denan tunik los dengan kerutan di ujung lengan. Gaya yang mana yang Anda pilih, side A-side B, tetap OK kan? ;)

Kamis, 02 Oktober 2008

Nyaman Bersantai

(Ummi terbitan Februari-Maret 2001)
Salah satu seri sketsa yang kusuka. Kugambar sepenuh hati, dengan suasana hati terjaga. Jadinya, gambar yang cantik-cantik. Tapi memang karena aku ‘nyontek’ gaya berpose model-model di majalah, jadi proporsi orangnya agak mirip orang beneran-lah. Tapi urusan mata, tetap cuma sebelah. Hehe… ;)
Di antara deretan kesibukan yang Anda jalani sehari-hari, tentu ada saat-saat santai di mana Anda bisa bercengkrama bersama keluarga atau sekedar jalan-jalan menikmati waktu luang. Pada saat itu, Anda tentu tak perlu mengenakan setelan formal. Anda lebih membutuhkan pakaian sederhana yang nyaman dipakai.
Berikut ini, Ummi tampilkan empat alternatif pakaian untuk kegiatan santai tersebut.
Pertama, setelan untuk acara setengah resmi, berupa rok dari bahan kusut, tunik ringan, dan rompi yang sewarna dengan rok. Bahan yang disarankan adalah katun.
Kedua, blus berkerah renda, dengan renda serupa yang juga dijahitkan di tepi lengan. Padanan yang manis adalah gaun terusan tanpa lengan dengan sambungan di pinggul. Cocok dikenakan di rumah pada saat menerima tamu. Sesekali, baju terusan bisa dikenakan di bagian dalam dengan padanan tunik panjang untuk menampilkan kesan berbeda.
Ketiga, tunik sederhana yang terbuat dari katun tenun yang ringan, dilengkapi dengan kulot lebar berlipit di bagian depan. Paduan tepat saat melakukan aktivitas enerjik, di dalam maupun di luar rumah.
Yang keempat, berupa kulot lebar dari bahan batik katun yang sejuk, akan membuat nyaman hari-hari santai Anda, dengan paduan blus berkerut di tepi kanan-kiri badan serta ujung lengan.
Pilihan warna kami serahkan kepada Anda, tetapi saran kami, pilihlah warna netral semacam coklat tanah yang alami atau warna pastel yang lembut agar suasana santai makin terasa. Selamat bersantai.

Hitam Putih, Warna Klasik yang Selalu Cantik

terbit di Ummi edisi Januari-Februari 2001
Agak kehabisan ide ketika mengerjakan paket sketsa kali ini. Ummi memberi tema “Hitam-putih”. Line design-nya mau seperti apa, diserahkan padaku. Bingung juga. Bisa apa saja kan? Ide yang sangat biasa, jadinya. Makanya, aku rasa pengerjaan desainnya tidak optimal. Sayang.
Warna hitam-putih adalah warna yang abadi. Kombinasi warna ini tidak menyolok dan tidak cepat ketinggalan jaman, bahkan selalu up-to date. Kali ini, Ummi sengaja memilihkan beberapa model pakaian dengan kombinasi warna klasik ini.
Model pertama, berupa gaun bergaya empire (potongan di bawah dada). Kombinasikan warna dalam bidang-bidang simetri, dan cukup ini saja yang menjadi pusat perhatian. Untuk itu, padanannya harus berupa rok berpotongan sederhana (rok bergaris A-line atau klok satu warna tanpa lipit).
Model kedua, dasarnya adalah kebaya berkutubaru. Simak detil kancing yang menghubungkan bagian kanan dan kiri blus tersebut. Kuncinya adalah kerapihan serta ketelitian dalam mengolah bisban menjadi tali penghubung antarbagian. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan gaun yang cantik elegan.
Yang ketiga, berupa gaun terusan simpel dengan aksen warna kontras yang ditempatkan di bagian dalam lipit serta kancing yang ditempatkan berderet di bagian depan gaun. Lubang kancing diletakkan di lidah kecil yang menempel di tepi kanan bukaan gaun. Menjadi aksen dari gaun sederhana ini.

Rabu, 01 Oktober 2008

Kebaya Hari Raya

Serangkai sketsa busana yang dipublikasikan majalah Ummi terbitan Desember 2000-Januari 2001. Berikut ini uraian artikelnya.
Berkebaya di hari raya? Mengapa tidak? Dulu, memakai kebaya memang merepotkan. Selain berkesan ribet, kebaya identik dengan ketat kiri-kanan, sehingga tak memenuhi aturan syariat dalam meutup aurat. Tetapi sekarang ini sudah banyak model kebaya modifikasi yang sesuai dengan persyaratan busana muslimah. Kebaya model ini tentulah cocok bila dikenakan dalam kesempatan bersilaturahmi di hari raya.
Pertama, kebaya hijau berkerah dan berkancing shanghai. Kebaya ini manis dipadu dengan batik yang dibuat menjadi rok model klok (lebar).
Kedua, baju kurung merah muda dengan aksen pinggiran bahan pada bagian lengan dan bagian bawah baju. Baju kurung ini bisa dipadukan dengan celana panjang berpipa lebar yang bertutup pada bagian depannya.
Yang ketiga, kebaya merah anggur dengan deretan kancing di bagian depan dan ujung lengan. Cantik dipadukan dengan rok berpotongan A-line berwarna senada.
Yang keempat, kebaya kartini hijau dengan hiasan renda di sepanjang bukaan depan dan ujung lengan. Rok lebar lagi-lagi jadi padanan yang serasi untuk gaya kebaya ini.

Senin, 01 September 2008

Pesona Bahan Three in One

Lacak punya lacak, ini ternyata terbitan bulan Oktober-November 2000. Pesanan berikutnya dari majalah Ummi. Kali ini kubuatkan paket sketsa fashion yang terinspirasi untuk menggunakan bahan "three in one", istilah untuk pasangan kain yang terdiri dari 3 potong, sudah disiapkan untuk rok atau bawahan apapun, blus ataupun tunik, dan selendang berjumbai. Kala itu, tahun 2001-an, tipe bahan begini populer sekali. Biasanya bermotif batik print dengan warna-warna yang sangat beragam.
Sketsa yang kubuat masih sangat amatiran. Garis-garisnya kaku, warnanya terlihat redup walaupun motif agak kubuat ramai (maunya). Tapi dasar akunya saja yang malas menggambar motif. Yang penting modelnya kan? Motif bisa apa saja. ;)
Bahan pakaian tiga potong dengan istilah bahan 3 in 1 banyak beredar di pasaran. Motifnya yang cantik dan pilihan warna yang beragam adalah kelebihannya. Namun, kadang kita bingung menentukan modelnya. Untuk membantu Anda, ummi telah pilihkan tiga alternatif model. Mudah-mudahan bisa membantu Anda menentukan pilihan gaya busana. Selamat menjahit!
Pertama. pinggiran kain (yang biasanya bermotif khusus dan sedikit berbeda) ditempatkan di bukaan depan atasan bergaya kebaya. Roknya dibuat berlipit rangkap membentuk semacam wiru di bagian tepi kiri. Gaya ini memberi kesan anggun dan elegan bagi pemakainya. Resmi dan elegan, meski sedikit konvensional.
Kedua, pinggiran kain ditempatkan di ujung lengan dan tepi bawah tunik bergaya baju kurung. model ini dirancang dengan pertimbangan agar keindahan ragam hias tepi kain tampil utuh, tidak tertutup sebagian kerudung sekalipun. Padanannya berupa rok lipit buatan mesin yang rapat di seluruh bagian rok.
Ketiga, pinggiran kain ditempatkan di tepian lipit hadap yang sengaja tidak dirapatkan agar ragam hias tepi terlihat manis, terutama saat pemakainya melangkahkan kaki. Padanannya masih berupa tunik sederhana dengan kerah tinggi. Bentuk rok dapat juga meniru model nomor dua dengan lipit buatan mesin. Ragam hias diletakkan di bagian bawah rok. Sama cantiknya.